Kamis, 30 Maret 2017

33 Rule Of Selling Officer

  1. Dress For Succes
  2. Curtains up, Curtains down
  3. Moment of Truth
  4. You Try 1 x and you chance 1 x
  5. Work with speed and accurate
  6. Smile, its contagious
  7. Contineous extraordinary will, Give you extraordinary result
  8. Be on time for oppoinment
  9. Know your customer
  10. Practise what you teach, walk the talk
  11. Learn how to read body language
  12. Be shark not spiden
  13. Treat other the way you want to be treated
  14. Carefully manage your time
  15. Be an active listener
  16. Customer Complaint is a gift
  17. Use the kiss: Keep it simple, principle whenever possible
  18. Say i don't know when you don't
  19. Learn how to say no, avoid over commitment
  20. Disangree without being disegreable
  21. Network with people outside you field
  22. Maintenance an optimis outlook
  23. Remember, that success is getting up one moretime after falling
  24. Always improve you oral commitment skill
  25. Remember that chance can be created by you
  26. Don't always look for one right answer
  27. Remember taht you never get a second chance to make a first impression
  28. Remember, friend come and go But enemis accumulative
  29. Apologize when you are wrong
  30. Be consident and comfortable But not complacent
  31. If you want different Result must change you action
  32. Never sigh of the big picture
  33. Recognize that no one is indispensable

SOAL: Dari ke-33 rules of selling, point manakah yang paling penting (sebutkan dan jelaskan) masing-masing minimal 5 point bagi seorang marketer jika:
JAWABAN:
A.    Menghadapi calon nasabah baru (dalam proses pendekatan / masih dalam tahap prospek).
1.      Dress for Success (Berpakaian yang menarik, enak dilihat dan “nyaman”)
Pertama yang dilihat oleh calon nasabah yaitu penampilan. Jika marketer berpenampilan menarik maka calon nasabah akan perfikir positif terhadap marketer karena kesan pertamanya enak dilihat dan nyaman. Karena seseorang yang berpenampilan menarik akan mengundang daya tarik seseorang.

2.      Smile, its contagious (senyum itu menular)
Selalu menyapa calon nasabah dengan senyum dan diikuti sapa, salam, sopan, santun saat bertemu. Apabila seorang marketer tersenyum kepada calon nasabah maka calon nasabah pun akan ikut tersenyum karena smile, its contagious. Kemudian dalam islam senyum adalah sedekah yang paling mudah dilakukan oleh semua orang. Karena senyuman akan membuat hati seseorang senang dan bahagia. Sehingga calon nasabah akan tertarik dengan produk yang ditawarkan karena seorang marketer ramah dan tersenyum.

3.      You try 1x and you cahnce 1x (peluang sebanyak apa yang kita upayakan)
Seorang marketer mempunyai peluang untuk menarik minat calon nasabah sesuai apa yang diusahakannya. Dan untuk mendapatkan peluang itu seorang marketer harus mempunyai beberapa cara atau trik yaitu dengan casra mendatangi rumah calon nasabah “sesering mungkin” (sebulan sekali),  sampai calon nasabah tertarik menggunakan produk yang ditawarkannya. Selain pendekatan langsung dengan calon nasabah, seorang marketer harus melakukan pendekatan melalui via sms, telepon maupun surat dan selalu menawarkan produk-produk baru, menjelaskan perkembangan setiap tahunya. Intinya seorang marketer harus mempunyai sifat pantang menyerah, selalu mencoba dan mencoba hingga apa yang di inginkannya terwujud. Dan selalu percaya rezeki datang dari apa yang diusahaknnya. Seorang marketer setiap harinya diberi target untuk mencari calon nasabah oleh bank. Sehingga seorang marketer harus pintar mencari tempat-tempat yang akan didatangin untuk mencari calon nasabah. Contonya tempat pasar-pasar, warung-warung makan, perusahaan, dan tempat yang rame dengan transaksi uang  dll.

4.      Be on time for appoinment (ketepatan waktu)
Ketepatan waktu juga penting bagi seorang marketer karena itu mempengaruhi kepercayaan calon nasabah dengan marketer. Jam terbang seorang marketer harus tepat waktu dalam mencari calon nasabah, jika tidak tepat waktu maka akan mempengaruhi gaji yang diterimanya apabila sehari tidak memenuhi target yang diberikan oleh bank.

5.      Learn how to read body languange (belajar bahasa tubuh)
Seorang marketer juga diusahakan bisa memahami bahasa tubuh calon nasabah saat perbicara kepada calon nasabah. Memahami bahasa tubuh dalam arti calon nasabah menerima apa menolak yang dijelaskan.

6.      Moment of turth (kesan pertama yang begitu “mengesankan”)
Kesan pertama dapat menumbuhkan kepercayaan calon nasabah. Maka seorang marketer berusaha memberikan kesan pertama yang baik, walaupun seorang marketer akan bertemu dengan calon nasabah yang memiliki sifat yang berbeda-beda.

7.      Be and active listener (jadilah pendengar yang aktif)
Seorang marketer lebih banyak mendengarkan dari apa yang dibicarakan oleh calon nasabah. Sehingga seorang marketer akan mengetahui keingginan calon nasabah.

8.      Work with speed dan accurate (bekerja cepat dan tepat)
Seorang marketer juga harus bekerja cepat dan tepat karena setiap harinya mempunyai target yang harus dicapai untuk mencari calon nasabah. Selain itu jika seorang marketer  bekerja cepat dan tepat juga bisa menumbuhkan kepercayaan  kepada calon nasabah.

9.      Treat other the way you want to be treated (perlakukan orang lain dengan baik, jika ingin diperlakukan dengan baik)
Seorang marketer harus memperlakukan calon nasabah dengan baik dan tidak memandag apapun baik penampilan, ras, agama dll. Maka calon nasabah pun akan sebaliknya (baik juga).

B.     Menghadapi nasabah existing yang sebelumnya sudah ( menjadi nasabah.
1.      Dress for succes (berpenampilan menarik, enak dilihat dan “nyaman”)
Walaupun sudah menjadi nasabah seorang marketer tetap harus berpenampilan menarik karena penampilan seseorang memiliki daya tarik tersendiri.

2.      Smile, its contagius (senyum itu menular)
Seorang marketer harus tersenyum melayani nasabah supaya nasabah senang dan puas atas pelayanannya sehingga tidak pindak ke bank lain.

3.      Curtains up, curtains down (panggung sandiwara, pertunjukan “opera”)
Seorang marketer harus bisa bersandiwara dalam arti melayani nasabah dengan baik dan ikhlas walaupun suasana hati tidak aman (ada masalah), akan tetapi seorang marketer harus profesional saat bekerja dan tidak membawa-bawa masalah pribadi dalam suatu pekerjaannya.

4.      Know your customer (mengenali nasabah)
Dalam mengenali nasabah seorang marketer harus  mengetahui identitas nasabah, mengamati dan memantau transaksi keuangan nasabah setiap harinya, juga memantau perkembangan usaha nasabah. Maka  seorang marketer harus dekat dan menjaga hubungan dengan nasabah.

5.      Careffuly manage your time (berhati-hati dalam mengatur waktu)
Dalam masalah waktu seorang marketer harus pintar mengatur waktu dan selalu berhati-hati saat bertemu nasabah. Karena pekerjaan nasabah tidak hanya bertemu dengan marketer akan tetapi masih banyak kegiatan lainnya. Hal itu untuk menjaga kenyamanan nasabah dan jika ingin bertemu nasabah sebaiknya seorang marketer melakukan konfirmasi seperti janjian, bisa melalui via sms, telepon, email dll.

6.      Customer complaint is a gift (keluhan pelanggan adalah hadiah)
Pastinya seorang marketer membutuhan keluhan dari nasabah seperti kritik dan saran supaya bisa membangun / memperbaiki sesuatu hal agar lebih baik. Apabila seorang marketer tidak menerima keluhan dari nasabah maka itu akan lebih membahayakan dalam karirnya. Dan jika seorang marketer menerima keluhan dari nasabah, tetap tenang dan menjelaskannya dengan suara lembut.

7.      Learn how to read say  no, avoid over commitment (hindari kata tidak, jika ingin menolaknya)
Seorang marketer lebih baik hidari penggunaan kata “Tidak” jika berbicara dengan nasabah karena penggunaan kata “Tidak” kesannya menolak dengan kasar dan itu dapat mengurangi kepercayaan nasabah.

8.      Say I donn’t  know when you don’t (berkata  sejujurnya)
Apabila seorang marketer berbicara dengan nasabah harus selalu mengatakan sejujurnya, jangan berpura-pura mengerti padahal tidak. Karena apabila seorang marketer tidak berkata sejujurnya maka nasabah akan beranggapan tidak baik atau nasabah tidak akan percaya.

9.      Learn how read body languange
Seorang marketer harus memahami bahasa tubuh nasabah yaitu menolak, menerima, dan nyaman atau tidak saat dijelaskan tentang sesuatu. Sehingga memahami bahasa tubuh sangatlah diperlukan oleh seorang marketer.

10.  Work with speed dan accurate (bekerja cepat dan tepat)
Seorang marketer harus bekerja cepat dan tepat dalam melayani nasabah agar nasabah tidak bosan dan tetap nyaman dengan pelayannnya. Karana semua nasabah pasti ingin dilayani dengan cepat dan tepat.

11.  Be on time for appoiment (bekerja tepat waktu)
Apabila seorang marketer ingin dipercaya nasabah maka, apabila berjanji dengan nasabah maka tepatilah janji tersebut. Jangan menunda-nunda waktu dan mengabaikan janji tersebut. Karena apabila seorang marketer tidak menepati janji akan berdampak buruk yaitu akan menghilangkan kepercayaan nasabah.

12.  Be an active listener (lebih banyak mendengar)
Seorang marketer lebih banyak mendengarkan apa yang dibicarakan nasabah dan memberikan solusi. Sehingga nasabah akan nyaman dan menggagap marketer sebagai teman.